Senin, 16 Januari 2012

Kebudayaan Suatu Daerah




1.DAERAH BUDAYA

         A.Definisi kebudayaan
keseluruhan pengetahuan manusia sebagai makhluk sosial yang digunakannya untuk memahami dan menginterprestasi lingkungan dan pengalaman, serta menjadi landasan bagi tingkah-lakunya”.
 B.Konsep Daerah Budaya Daerah Budaya
Suatu daerah yang penduduknya disatukan berdasarkan persamaan unsur atau ciri-ciri budaya yang mencolok Kebudayaan (tempat atau wilayah, pelaku, aturan atau pedoman hidup, dan benda yang dihasilkan)
C.Ciri-ciri budaya
( Material: peralatan & perlengkapan hidup, pakaian, dan bentuk rumah; Non Material: Kesenian, bahasa, religi, mata pencaharian)

D. Prinsip Daerah Budaya
        Kesatuan masyarakat yang dibatasi oleh satu batas desa atau lebih
Kesatuan masyarakat yang terdiri dari penduduk yang mengucapkan satu bahasa atau satu logat bahasa
  • Kesatuan masyarakat yang dibatasi oleh garis batas suatu daerah politikal-administrasi
  • Kesatuan masyarakat yang batasnya ditentukan oleh rasa identitas penduduknya sendiri
  • Kesatuan masyarakat yang ditentukan oleh suatu wilayah geografi
  •  Kesatuan masyarakat yang ditentukan oleh kesatuan ekologi
  • Kesatuan masyarakat dengan penduduk yang mengaalami satu pengalaman sejarah yang sama
  • Kesatuan masyarakat dengan penduduk yang frekuensi interaksinya satu dengan lain merata tinggi
  • Kesatuan masyarakat dengan susunan sosial yang seragam
2. UNSUR BUDAYA
  • Bahasa
  • Sistem Teknologi
  • Sistem Ekonomi
  • Organisasi Sosial
  • Sistem Pengetahuan
  • Kesenian

1. Suku Bangsa di Pulau Jawa
Seperti halnya di Pulau Sumatra, di Pulau Jawa pun terdiri atas berbagai suku bangsa. Setiap suku bangsa memiliki kekhasan dalam tata kehidupan sosial dan budaya. Suku bangsa-suku bangsa yang ada di Pulau Jawa dapat dibedakan atas beberapa macam suku bangsa, seperti Betawi, Sunda, Jawa, serta Madura.

A) Suku Bangsa Betawi
          Suku bangsa Betawi menempati wilayah DKI Jakarta. Suku bangsa Betawi merupakan suku bangsa asli wilayah Jakarta. Bahasa yang digunakan suku bangsa Betawi adalah bahasa Betawi. Dialek bahasa Betawi dipengaruhi oleh budaya Cina, Arab, dan Eropa. Kesenian khas Betawi adalah Tanjidor, Lenong, dan Ondel-Ondel.
          Di tengah-tengah perkembangan arus modemisasi yang sangat cepat, telah diupayakan agar kebudayaan daerah tidak punah. Salah satu upaya agar kebudayaan Betawi tidak punah, yaitu dengan didirikannya organisasi masyarakat Betawi yang benipaya untuk mempertahankan dan mengembangkan budaya Betawi.
B) Suku Bangsa Sunda
          Suku bangsa Sunda menempati hampir seluruh wilayah Provinsi Jawa Barat. Suku bangsa Sunda terbagi atas dua bagian, yaitu Sunda Priangan dan Sunda Banten.

1) Suku Bangsa Sunda Banten
Suku bangsa Sunda Banten meliputi wilayah Serang, Pandeglang, Tangerang, dan Lebak.
2) Suku Bangsa Sunda Priangan
          Suku bangsa Sunda Priangan, terbagi lagi atas dua bagian, yaitu Priangan Barat dan Priangan Timur. Suku bangsa Sunda Priangan Barat menempati wilayah Cianjur, Sukabumi, dan Bogor. Suku bangsa Sunda Priangan Timur meliputi wilayah-wilayah Ciamis, Tasikmalaya, Gang, Sumedang, dan Bandung.
          Kekhasan Suku bangsa Sunda dapat kamu perhatikan, antara lain dari bahasa, bentuk rumah, sistem kekerabatan, dan kesenian. Bahasa yang biasa digunakan suku bangsa Sunda, yaitu bahasa Sunda. Senjata tradisionalnya, yaitu Kujang. Bentuk rumah penduduk suku bangsa Sunda berupa Julang Ngapak dan Joglo Anjing atau Tagog Anjing. Sistem kekerabatan yang dipakai suku bangsa Sunda adalah bilinear Bilineal artinya mengikuti dua garis keturunan, yaitu dari ayah dan ibu.

          Beberapa kesenian yang cukup terkenal dari suku bangsa Sunda seperti Sisingaan, Tari Jaipong, Angklung, dan Wayang Golek, di daerah jawa barat, masih terdapat masyarakat adat yang memegang teguh tradisi yang cukup ketat, antara lain yaitu masyarakat adat Suku Badui dan masyarakat adat Suku Naga. Masyarakat Badui hidup menetap di lereng Pegunungan Kendeng Kabupaten Lebak dan Suku Naga di Salawu Tasikmalaya.
 Kesimpulan
Indonesia sebagai Negara kepulauan memiliki banyak bahasa dan budaya yang Negara lain tak punya,Menurut saya kebudayaan di Indonesia sekarang dan dulu sangat lah beda, itu di akibatkan karna adanya pergeseran zaman dan dampak globalisasi bisa dilihat dari tiap-tiap daerah di Indonesia yang sedikit demi sedikit sudah mulai lupa akan kebudayaannya sendiri,namun tidak semua daerah lupa akan kebudayaannya sendiri,karna dengan kebudayaan itu kita bisa memiliki identitas pada Negara kita.jangan sampai karna kita acuh akan kebudayaan kita lalu kebudyaan,kebudayaan kita kembali di ambil/klaim oleh Negara lain seharusnya kita menjaga baik-baik budaya kita,dan bangga akan budaya kita sendiri,karna tidak banyak Negara seperti Indonesia yang memiliki banyak budaya.


Referensi
Jamli, Edison dkk.Kewarganegaraan.2005.Jakarta: Bumi Akasara
Krsna @Yahoo.com. Pengaruh Globalisasi Terhadap Pluralisme Kebudayaan Manusia di Negara Berkembang.2005.internet:Public Jurnal
http://www.wikimu.com/News/DisplayNews

Tentang Masyarakat Pedesaan Dan Perkotaan


           
            Melihat dari berbagai aspek yang ada, baik Melihat secara langsung ataupun melalui media informasi, baik cetak maupun media elektronik, bahwa betapa fenomena hidup yang ada dipedesaan mulai mengalami pergeseran nilai, norma serta adat istiadat yang tidak lagi dihiraukan oleh banyak penduduk desa yang ingin merasa kehidupannya berubah, baik ekonomi maupun status sosialnya.
            Serta fenomena masyarakat perkotaan mempunyai gaya hidup serba mudah dan berada.keduanya mempunyai ciri khasnya masing-masing.  
            Menurut saya,Masyarakat adalah sekelompok orang yang membentuk sebuah sistem   individu,bersahabat,dan ke akraban antara satu dengan yang lainya.
             Masyarakat Desa
             Walaupun masyarakat desa mempunyai penduduk kurang dari 2.500 jiwa.tapi penduduk desa mempunyai peran penting dalam budaya dan sector agraris. desa merupakan satuan terkecil dari bangsa ini yang menunjukkan keragaman Indonesia. Selama ini terbukti keragaman tersebut telah menjadi kekuatan penyokong bagi tegak dan eksisnya bangsa. Dengan demikian penguatan desa menjadi hal yang tak bisa ditawar dan tak bisa dipisahkan dari pembangunan bangsa ini secara menyeluruh.
                Tidak semua penduduk dipedalaman atau perdesaan tertinggal dari kemajuan jaman. Ada perdesaan yang mengikuti kemajuan tekhnologi dan kemajuan jaman. Walaupun mereka mengikuti kemajuan jaman yang ada dan mengikuti kemajuan tekhnologi tetapi mereka tetap menyaring informasi yang masuk kedalam pikiran mereka. Orang yang hidup didesa biasanya lebih mandiri dan produktif dibandingkan dengan masyarakat yang hidup dikota. Hal ini disebabkan karena masyarakat didesa mencari makan dari hasil bercocok tanam dan hasil dari kebun mereka, sedangkan masyarakat dikota jarang yang melakukan bercocok tanam dan berkebun. Disamping kurangnya lahan bertani di kota banyak masyarakat diperkotaan yang tidak mau cape, mereka sudah terbiasa hidup instant yang sudah serba ada di kota.
            Itu merupakan salah satu yang membedakan masyarakat kota dan masyarakat desa. Masyarakat desa yang lebih mau berusaha berjuang hidup dibandingkan dengan masyarakat kota yang sudah terbiasa dengan berbagai hal yang instant dan hanya tinggal menerima hasil tanpa harus memperjuangkannya.
Dari segi sikap masyarakat desa jauh lebih dapat bersosialisasi dibandingkan dengan masyarakat dikota. Masyarakat didesa lebih berkerabat antara satu dengan yang lainnya. Karena didesa yang paling penting adalah saling membantu, saling menolong, saling menghargai dan menghormati dan saling pengertian.hal-hal itulah yang menjadikan masyarakat didesa jauh lebih dapat bersosialisasi dibandingkan dengan masyarakat dikota. Masyarakat dikota banyak yang kurang dapat bersosialisasi dengan masyarakat di lingkungan sekitar mereka. Hal ini dibuktikan di kota banyak perumahan yang mendirikan pagar setinggi 2 meter lebih sehingga banyak masyarakat yang tidak mengetahui siapa yang tinggal di rumah tersebut. Masyarakat di perkotaan banyak yang lebih suka menyendiri di bandingkan berkumpul antar tetangga. Hal inilah yang membedakan masyarakat desa dan masyarakat kota dalam bersosialisasi antar masyarakat sekitar di lingkungan mereka.
Dari segi penghasilan pun masyarakat desa dan masyarakat kota sangat berbeda jauh. Masyarakat kota biasanya memiliki lebih banyak penghasilan dibandingkan dengan masyarakat di desa. Dan hasil penghasilan merekalah yang akan mempengaruhi gaya kehidupan mereka. Masyarakat yang memiliki penghasilan yang tidak cukup banyak mungkin akan lebih belajar untuk menghemat uang mereka dan menggunakan mereka sebaik-baiknya untuk menyambung hidup mereka dan biasanya penghasilan masyarakat yang lebih besar yang biasanya masyarakat perkotaan biasanya mereka lebih boros dalam penggunaan penghasilan mereka. Maka dari segi penghasilanlah yang membedakan biaya hidup di kota jauh lebih mahal dibandingkan didesa. Biaya hidup didesa yang jauh lebih murah dibandingkan didesa. Karena segala sumber daya makanan yang ada dikota biasanya berasal dari desa sehingga harga dikota jauh lebih mahal dibandingkan didesa.
            Ciri-ciri masyarakat desa
            Mempunyai pergaulan hidup yang saling kenal mengenal antara ribuan jiwa,Ada pertalian perasaan yang sama tentang kesukaan terhadap kebiasaan,Cara berusaha (ekonomi)adalah agraris yang paling umum yang sangat dipengaruhi alam seperti : iklim, keadaan alam ,kekayaan alam, sedangkan pekerjaan yang bukan agraris adalah bersifat sambilan.
Masyarakat desa masih mengsnut dan memelihara sistem kehidupan bermasyarakat dan kebudayaan asli seperti tolong menolong, keguyuban, persaudaraan, gotong royong, kepribadian dalam berpakaian, adat istiadat , kesenian kehidupan moral susila dan lain-lain yang mempunyai ciri yang jelas.
            Memang hampir semua kebijakan pemerintah yang berhubungan dengan  pembangunan desa mengedepankan  tujuan mulia, seperti menghilangkan kemiskinan, mengubah wajah fisik desa, meningkatkan pendapatan masyarakat desa, memberikan layanan sosial desa, hingga memperdayakan masyarakat dan membuat pemerintahan desa lebih modern. Sayangnya sederet tujuan tersebut hanyalah teori belaka.
            Masyarakat Kota
            Sebagian Jakarta dapat disebut Kota, karena memang gaya hidupnya yang cenderung bersifat individualistik.
            Mereka tidak mau mencampuradukan hal-hal yang bersifat emosional atau yang menyangkut perasaan pada umumnya dengan hal-hal yang bersifat rasional, itulah sebabnya tipe masyarakat itu disebut netral dalam perasaannya.
            Manusia dengan kekuatannya sendiri harus dapat mempertahankan dirinya sendiri, pada umumnya dikota tetangga itu bukan orang yang mempunyai hubungan kekeluargaan dengan kita oleh karena itu setiap orang dikota terbiasa hidup tanpa menggantungkan diri pada orang lain, mereka cenderung untuk individualistik.
            Mutu atau prestasi seseorang akan dapat menyebabkan orang itu diterima berdasarkan kepandaian atau keahlian yang dimilikinya.
Masyarakat kota lebih memperlihatkan sifat Heterogen, artinya terdiri dari lebih banyak komponen dalam susunan penduduknya.

Ciri-ciri masyarakat Perkotaan
Ada beberapa ciri yang menonjol pada masyarakat perkotaan, yaitu :
            Kehidupan keagamaannya berkurang, kadangkala tidak terlalu dipikirkan karena memang kehidupan yang cenderung kearah keduniaan saja,Orang kota pada umumnya dapat mengurus dirinya sendiri tanpa harus berdantung pada orang lain (Individualisme),Pembagian kerja diantara warga-warga kota juga lebih tegas dan mempunyai batas-batas yang nyata,Kemungkinan-kemungkinan untuk mendapatkan pekerjaan juga lebih banyak diperoleh warga kota,Jalan kehidupan yang cepat dikota-kota, mengakibatkan pentingnya faktor waktu bagi warga kota, sehingga pembagian waktu yang teliti sangat penting, intuk dapat mengejar kebutuhan-kebutuhan seorang individu.
            Perbedaan antara desa dan kota
             Sistem kekerabatan dan kelompok kekerabatan masih memegang peranan penting. Penduduk masyarakat pedesaan pada umumnya hidup dari pertanian, walaupun terlihat adanya tukang kayu, tukang genteng dan bata, tukang membuat gula, akan tetapi inti pekerjaan penduduk adalah pertanian. Pekerjaan-pekerjaan di samping pertanian, hanya merupakan pekerjaan sambilan saja .
             Ada beberapa ciri yang dapat dipergunakan sebagai petunjuk untuk membedakan antara desa dan kota. Dengan melihat perbedaan perbedaan yang ada mudah mudahan akan dapat mengurangi kesulitan dalam menentukan apakah suatu masyarakat dapat disebut sebagi masyarakat pedeasaan atau masyarakat perkotaan.
             Masyarakat pedesaan dan perkotaan bukanlah dua komonitas yang terpisah sama sekali satu sama lain. Bahkan dalam keadaan yang wajar diantara keduanya terdapat hubungan yang erat. Bersifat ketergantungan, karena diantara mereka saling membutuhkan. Kota tergantung pada dalam memenuhi kebutuhan warganya akan bahan bahan pangan seperti beras sayur mayur , daging dan ikan.

             Desa juga merupakan sumber tenaga kasar bagi bagi jenis jenis pekerjaan tertentu dikota. Misalnya saja buruh bangunan dalam proyek proyek perumahan. Proyek pembangunan atau perbaikan jalan raya atau jembatan dan tukang becak. Mereka ini biasanya adalah pekerja pekerja musiman. Pada saat musim tanam mereka, sibuk bekerja di sawah. Bila pekerjaan dibidang pertanian mulai menyurut, sementara menunggu masa panen mereka merantau ke kota terdekat untuk melakukan pekerjaan apa saja yang tersedia.
             Hubungan kota-desa cenderung terjadi secara alami yaitu yang kuat akan menang, karena itu dalam hubungan desa-kota, makin besar suatu kota makin berpengaruh dan makin menentukan kehidupan perdesaan.
Kesimpulan
            Oleh karena itu kehidupan bermasyarakat hendaklah menjadi sebuah pendorong atau sumber kekuatan untuk mencapai cita-cita kehidupan yang harmonis, baik itu kehidupan didesa maupun diperkotaan. Tentunya itulah harapan kita bersama, tetapi fenomena apa yang kita saksikan sekarang ini, jauh sekali dari harapan dan tujuan pembangunan Nasional negara ini, kesenjangan Sosial, yang kaya makin Kaya dan yang Miskin tambah melarat , mutu pendidikan yang masih rendah, orang mudah sekali membunuh saudaranya (dekadensi moral ) hanya karena hal sepele saja, dan masih banyak lagi fenomena kehidupan tersebut diatas yang kita rasakan bersama, mungkin juga fenomena itu ada pada lingkungan dimana kita tinggal.

          




Referensi
http://www.gudangmateri.com/2010/04/masyarakat-desa-dan-masyarakat-kota.html
Ahmadi, Abu, Drs. 2003. Ilmu Sosial Dasar. Jakarta: Rineke Cipta.
Kosim, H, E. 1996. Bandung: Sekolah Tinggi Bahasa Asing Yapari
Marwanto, 12 November 2006. Jangan bunuh desa kami. Jakarta:Kompas
_______, 1994. Sosiologi 3 SMU. Jakarta: Yudistira

Integrasi Dan Pertentangan Sosial "Kasus Mesuji Lampung"



          Pada Tugas Kali Ini Saya Akan Membahas tentang integrasi dan pertentangan sosial di indonesia,salah satu contoh integrasi dan pertentangan sosial adalah kasus Mesuji yang terjadi di lampung, kekerasan yang terjadi akhir-akhir ini di Indonesia membuktikan suhu politik yang makin memanas serta kesejahteraan yang tidak dirasakan oleh rakyat.
          "Soal kekerasan negara dalam kasus Mesuji dan Bima yang merupakan dua contoh aktual, dari konflik agraria, dan sektor yang berhubungan erat dengan kesejahtaraan serta ekonomi rakyat,"
            kekuasaan politik dapat mengatur keamanan negara ini, ucapan Presiden SBY untuk menuntaskan kasus-kasus di Indonesia, hanya sebagai politik kata-kata dan tidak ada buktinya.
          "Kepemimpinan politik lah yang menentukan sejauh mana ketegasan kepolisian untuk mengatasi konflik yang ada di masyarakat Kasus-kasus seperti Freeport, Mesuji, Bima. SBY memang mengeluhkan soal-soal kekerasan namun, hanya berhenti pada politik kata-kata, termasuk aparat hukum sendiri,"
          Oleh sebab itu, katanya, kekuasaan politik dapat mengatur rasa aman negeri ini. Padahal, seharusnya kepolisian menjadi pelopor untuk memberikan rasa aman rakyat Indonesia, bukan sebaliknya.
          "Untuk itu kepemimpinan politik jadi faktor utama dalam keamanan dan dalam transisi demokrasi ini. Kepolisian,sebagai garda terdepan dalam soal keamanan masyarakat dan keamanan nasional sangat bergantung pada kepemimpinan politik saat ini,"
          Namun kenyataan yang terjadi saat ini adalah aparat kepolisian menjadi musuh para warga sekitar yang berada di Mesuji,bagai mana tidak,kekejaman yang tejadi di Mesuji,antara warga sekitar dan aparat keamanan sangat tidak beradap,dan pemerintah pun seolah-olah diam dan tak mau tau tentang kasus ini.
         
         

          Kasus ini mengandung politik yang sangat kental antara aparat dan pabrik yang mengambil tanah rakyat di Mesuji,aparat pun lebih berpihak kepada pihak pabrik,di banding berpihak kepada warga sekitar yg memang seharusnya menjadi kewajibannya,aparat lebih memihak kepada pihak pabrik.
          karna di balik itu semua pasti ada politik uang sehingga aparat lebih berpihak kepada pabrik,sampai sekarang warga enggan meninggalkan tanah yang menurut mereka tanah warisan mereka,sampai sekarang sengketa tanah itu terus berlanjut entah sampai kapan ini akan terjadi,
          sulit mencari siapa yang benar dan siapa yang salah dalam kasus Mesuji ini,karna secara tidak langsung tidak semua warga,bahkan idak ada warga yg mempunyai surat tanah yang sah,itu yg membuat mereka tertinas oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.
          Dan akhirnya pun semua masalah ini di pertanyakan kepada pemerintah,langkah apa yang akan di ambil untuk menyelesailan maralah ini,pihak pabrik yang di dukung oleh aparat pemerintah yg tidak bertanggung jawab tidak akan mau menyerahkan tanah itu begitu saja,begitu pun warga sekitar yang tak akan mau meninggal kan tanah yg menurut mereka itu tanah warisan.
            Untuk memenuhi kebutuhan hidupnya warga Mesuji hanya mengandalkan tanah garapan yang mereka buat untuk bercocok tanam.sungguh miris negri ini saya berharap kasus ini cepat selesai dengan menguntungkan ke dua belah pihak.aparat pun searusnya tidak berpihak kepada pabrik,karna aparat di buat ntuk melindungi dan mengayomi masyarakat bukanya malah menyengsarakan rakyat,dengan politik-politik kotor seperti itu.
            Sekali lagi pemerintahlah yang harus turun tangan dalam masalah ini,melindungi rakyat yang tertindas dan menertibkan para aparat pemerintah agar bertindak yang semestinya

Senin, 28 November 2011

kajian masalah tentang pemuda



Menurut saya pemuda sekarang terbagi menjadi dua karakter yaitu karakter positif dan karakter negative
Karakter negatif :  Pemuda zaman sekarang gampang terbawa arus budaya barat,terlihat dari segi bahasa,segi makanan dan gaya berpakaian.
Karakter positif : Dari perkembangan teknologi sekarang pemuda sekarang bisa melakukan hal positif dengan kemajuan teknologi sekarang.
Karakter negatif
a.Dari segi bahasa
Pemuda zaman sekarang lebih suka menggunakan bahasa asing di banding bahasa Indonesia,mungkin itu semua bisa di lihat pada saat saat penerimaan lamaran kerja yang sebagian besar menggunakan bahasa asing di banding bahasa Indonesia,hal itu yang mendorong pemuda Indonesia yang mau tak mau harus mempelajari bahasa asing.yang cepat atau lambat akan mempengaruhi bahasa Indonesia itu sendiri,bahasa asing pun sekarang yang sedikit demi sedikit kita dengar pada saat bercakap-cakap antar anak muda,contonya sorry,thank you,I love you dll.mungkin sekarang sedikit banyak bahasa asing telah menggeser bahasa inbdonesia itu sendiri,jangan sampai hal ini berkelanjutan dan menggeser seluruh bahasa indonesias.kita sebagai pemuda wajib mencintai bahasa kita sendiri tempat di mana kita di lahirkan.tak ada salahnya kita belajar bahasa asing namun kita juga jangan sampai melupakan bahasa Indonesia itu sendiri,itu sebabnya bahasa Indonesia tetap di pelajari dari bangku sekolah dasar hingga perguruan tinggi.
b.Dari segi makanan
 Hilangnya rasa cinta terhadap produk dalam negeri karena banyaknya produk luar negeri (seperti Mc Donald, Coca Cola, Pizza Hut,dll.) membanjiri di Indonesia. Dengan hilangnya rasa cinta terhadap produk dalam negeri menunjukan gejala berkurangnya rasa nasionalisme pemuda  kita terhadap bangsa Indonesia.Mayarakat kita khususnya anak muda banyak yang lupa akan identitas diri sebagai bangsa Indonesia, karena gaya hidupnya cenderung meniru budaya barat yang oleh masyarakat dunia dianggap sebagai kiblat.Munculnya sikap individualisme yang menimbulkan ketidakpedulian antarperilaku sesama pemuda. Dengan adanya individualisme maka orang tidak akan peduli dengan kehidupan bangsa.
c.Dari segi berpakaian
Sekarang kita bisa melihat sendiri bagai mana pemuda zaman sekarang berpakaian.sangat tidak kontras dengan budaya Indonesia yang sebagaian besar beragama muslim,ini di pengaruhi oleh budaya asing yang masuk ke Indonesia,dan acara acara televisi,secara tidak langsung anak muda meniru seseorang idolanya atau seseorang yang iya sukai,cara berpakaian anak muda jaman sekarang sangatlah tidak pantas karna kita sebagai bangsa timur,tak sewajarnya berpakaian seperti itu,Dari cara berpakaian banyak remaja- remaja kita yang berdandan seperti selebritis yang cenderung ke budaya Barat. Mereka menggunakan pakaian yang minim bahan yang memperlihatkan bagian tubuh yang seharusnya tidak kelihatan. Pada hal cara berpakaian tersebut jelas- jelas tidak sesuai dengan kebudayaan kita. Tak ketinggalan gaya rambut mereka dicat beraneka warna. Pendek kata orang lebih suka jika menjadi orang lain dengan cara menutupi identitasnya. Tidak banyak remaja yang mau melestarikan budaya bangsa dengan mengenakan pakaian yang sopan sesuai dengan kepribadian bangsa.
 apalagi Negara kita menjadi salah satu Negara muslin terbesar di dunia,kita sebagai pemuda boleh saja berpakaian mengikuti trend zaman,tapi kita juga harus sadar di mana kita berpakaian dan di Negara mana kita tinggal.
Pengaruh- pengaruh di atas memang tidak secara langsung berpengaruh terhadap nasionalisme. Akan tetapi secara keseluruhan dapat menimbulkan rasa nasionalisme terhadap bangsa menjadi berkurang atau hilang. Sebab globalisasi mampu membuka cakrawala masyarakat secara global. Apa yang di luar negeri dianggap baik memberi aspirasi kepada pemuda kita untuk diterapkan di negara kita. Jika terjadi maka akan menimbulkan dilematis.


Karakter positif
Namun tak semua remaja di Indonesia ini bersikap seperti itu,Teknologi internet merupakan teknologi yang memberikan informasi tanpa batas dan dapat diakses oleh siapa saja. Apa lagi bagi anak muda internet sudah menjadi santapan mereka sehari- hari. Jika digunakan secara semestinya tentu kita memperoleh manfaat yang berguna.dengan adanya informasi yang tanpa batas ini remaja yang bersikap ingin maju pasti memanfaatkan media internet untuk berkreasi contoh: mengetahui semua hal yang belum di ketahui,untuk membuat robot dan mesin-mesin terbaru yang sangat berguna untuk semua orang.
Berdasarkan analisa dan uraian di atas pengaruh negatif globalisasi lebih banyak daripada pengaruh positifnya. Oleh karena itu diperlukan langkah untuk mengantisipasi pengaruh negatif globalisasi terhadap nilai nasionalisme.
Menumbuhkan semangat nasionalisme yang tangguh, misal semangat mencintai produk dalam negeri, Menanamkan dan mengamalkan nilai- nilai Pancasila dengan sebaik- baiknya,Menanamkan dan melaksanakan ajaran agama dengan sebaik- baiknya,Selektif terhadap pengaruh globalisasi di bidang politik, ideologi, ekonomi, sosial budaya bangsa.
Dengan adanya langkah- langkah antisipasi tersebut diharapkan mampu menangkis pengaruh globalisasi yang dapat mengubah nilai nasionalisme terhadap bangsa. Sehingga kita tidak akan kehilangan kepribadian bangsa.

Referensi
http://www.gudangmateri.com/2010/04/masyarakat-desa-dan-masyarakat-kota.html
Ahmadi, Abu, Drs. 2003. Ilmu Sosial Dasar. Jakarta: Rineke Cipta.
Kosim, H, E. 1996. Bandung: Sekolah Tinggi Bahasa Asing Yapari
Marwanto, 12 November 2006. Jangan bunuh desa kami. Jakarta:Kompas
_______, 1994. Sosiologi 3 SMU. Jakarta: Yudistira



















Bottom of Form

Kamis, 10 November 2011

Perbedaan Antara Ilmu Dan Pengetahuan



1.PERBEDAAN ANTARA ILMU DAN PENGETAHUAN
          
           Kesadaran manusia secara garis besar terbagi atas tiga dimensi yang amat penting. Pengalaman, perasaan dan pengetahuan. Ketiga dimensi itu berbeda secara substantif tetapi sangat saling berkaitan.
Pengetahuan adalah apa yang diketahui oleh manusia atau hasil pekerjaan manusia menjadi tahu. Pengetahuan itu merupakan milik atau isi pikiran manusia yang merupakan hasil dari proses usaha manusia untuk tahu. Dalam perkembangannya pengetahuan manusia berdiferensiasi menjadi empat cabang utama, filsasat, ilmu, pengetahuan dan wawasan. Untuk melihat perbedaan antara empat cabang itu, saya berikan contohnya: Ilmu kalam (filsafat), Fiqih (ilmu), Sejarah Islam (pengetahuan), praktek Islam di Indonesia (wawasan). Bahasa, matematika, logika dan statistika merupakan pengetahuan yang disusun secara sistematis, tetapi keempatnya bukanlah ilmu. Keempatnya adalah alat ilmu.
          Setiap ilmu (sains) adalah pengetahuan (knowledge), tetapi tidak setiap pengetahuan adalah ilmu. Ilmu adalah semacam pengetahuan yang telah disusun secara sistematis. Bagaimana cara menyusun kumpulan pengetahuan agar menjadi ilmu? Jawabnya pengetahuan itu harus dikandung dulu oleh filsafat , lalu dilahirkan, dibesarkan dan diasuh oleh matematika, logika, bahasa, statistika dan metode ilmiah.
 Maka seseorang yang ingin berilmu perlu memiliki pengetahuan yang banyak dan memiliki pengetahuan tentang logika, matematika, statistika dan bahasa. Kemudian pengetahuan yang banyak itu diolah oleh suatu metode tertentu. Metode itu ialah metode ilmiah.
Pengetahuan tentang metode ilmiah diperlukan juga untuk menyusun pengetahuan-pengetahuan tersebut untuk menjadi ilmu dan menarik pengetahuan lain yang dibutuhkan untuk melengkapinya.
        Untuk pengetahuan seseorang cukup buka mata, buka telinga, pahami realitas, hafalkan, sampaikan. Adapun untuk berilmu, maka metodenya menjadi lebih serius. Tidak sekedar buka mata, buka telinga, pahami realitas, hafalkan, sampaikan, secara serampangan. Seseorang yang ingin berilmu, pertama kali ia harus membaca langkah terakhir manusia berilmu, menangkap masalah, membuat hipotesis berdasarkan pembacaan langkah terakhir manusia berilmu, kemudian mengadakan penelitian lapangan, membuat
yang ditemukannya sendiri.
          Apa maksud “membaca langkah terakhir manusia berilmu” ? Postulat ilmu mengatakan bahwa ilmu itu tersusun tidak hanya secara sistematis, tetapi juga terakumulasi disepanjang sejarah manusia. Tidak ada manusia, bangsa apapun yang secara tiba-tiba meloncat mengembangkan suatu ilmu tanpa suatu dasar pengetahuan sebelumnya. Katakanlah bahwa sebelum abad renaisansi di Eropa, bangsa Eropa berada dalam kegelapan yang terpekat. Karena larut dalam filsafat skolastik yang mengekang ilmu dan peran gereja. Para ilmuwan dan para filsafat abda itu tentu memiliki guru-guru yang melakukan pembacaan terhadap mereka tentang sampai batas terakhir manusia berilmu di zaman itu. Ilmu kimia abad modern sekarang adalah berpijak pada ilmu kimia, katakanlah abad 10 masehi yang berada di tangan orang-orang Islam. Dan ilmu kimia di abad 10 masehi itu tentu bepijak pula pada ilmu kimia abad 3500 tahun sebelum masehi, katakanlah itu misalanya dari negri dan zaman firaun.
          Jadi seseorang yang ingin berilmu manajemen, misalnya, maka ia harus mengumpulkan dulu pengetahuan-pengetahuan mnajemen yang telah disusun sampai hari kemarin oleh para ahli ilmu tersebut dan merentang terus kebelakang sampai zaman yang dapat dicapai oleh pengetahuan sejarah.
Cara praktis, cepat, kompatibel, kredibel, aksesibel, dan lain-lain bel positif lainnya, untuk berilmu ialah dengan sekolah formal, dari SD hingga S3. Beruntunglah kawan-kawan yang bisa meraih gelar sarjana. Gelar magister dan seterusnya. Memang sekalipun gelar sudah S3 tapi  masih terasa haus juga terhadap ilmu. Itu karena ilmu yang ada pada dirinya sebenarnya baru sedikit dari khazanah ilmu yang pernah disusun manusia, sedang disusun, dan apalagi jika dibanding dengan ilmu di masa depan sampai hari kiamat nanti.  


Referensi
Jamli, Edison dkk.Kewarganegaraan.2005.Jakarta: Bumi Akasara
Krsna @Yahoo.com. Pengaruh Globalisasi Terhadap Pluralisme Kebudayaan Manusia di Negara Berkembang.2005.internet:Public Jurnal
http://www.wikimu.com/News/DisplayNews

Jumat, 04 November 2011

Hubungan Antara Hukum Negara Dan Pemerintahan

          Hubungan antara hukum,Negara dan pemerintahan,menurut saya semua itu memiliki suatu keterkaitan,karna semua Negara pasti  mempunyai hukum dalam pemerintahannya masing-masing.dan semua Negara pasti mempunyai aturan hukum yang berbeda-beda.contoh  Hukum di Indonesia merupakan campuran dari sistem hukum hukum Eropa, hukum Agama dan hukum Adat. Sebagian besar sistem yang dianut, baik perdata maupun pidana, berbasis pada hukum Eropa kontinental, khususnya dari Belanda karena aspek sejarah masa lalu Indonesia yang merupakan wilayah jajahan dengan sebutan Hindia Belanda (Nederlandsch-Indie). Hukum Agama, karena sebagian besar masyarakat Indonesia menganut Islam, maka dominasi hukum atau Syari'at Islam lebih banyak terutama di bidang perkawinan, kekeluargaan dan warisan. Selain itu, di Indonesia juga berlaku sistem hukum Adat yang diserap dalam perundang-undangan atau yurisprudensi,yang merupakan penerusan dari aturan-aturan setempat dari masyarakat dan budaya-budaya yang ada di wilayah Nusantara.
          Hukum adalah sekumpulan peraturan yang berisi perintah dan larangan yang dibuat oleh pihak yang berwenang sehingga dapat dipaksakan pemberlakuannya berfungsi untuk mengatur masyarakat demi terciptanya ketertiban disertai dengan sanksi bagi pelanggarnyaSalah satu bidang hukum yang mengatur hak dan kewajiban yang dimiliki pada subyek hukum dan hubungan antara subyek hukum. Hukum perdata disebut pula hukum privat atau hukum sipil sebagai lawan dari hukum publik. Jika hukum publik mengatur hal-hal yang berkaitan dengan negara serta kepentingan umum (misalnya politik dan pemilu (hukum tata negara), kegiatan pemerintahan sehari-hari (hukum administrasi atau tata usaha negara), kejahatan (hukum pidana), maka hukum perdata mengatur hubungan antara penduduk atau warga negara sehari-hari, seperti misalnya kedewasaan seseorang, perkawinan, perceraian, kematian, pewarisan, harta benda, kegiatan usaha dan tindakan-tindakan yang bersifat perdata lainnya.


Hukum pidana Indonesia
Berdasarkan isinya, hukum dapat dibagi menjadi 2, yaitu hukum privat dan hukum publik (C.S.T Kansil).Hukum privat adalah hukum yg mengatur hubungan orang perorang, sedangkan hukum publik adalah hukum yg mengatur hubungan antara negara dengan warga negaranya. Hukum pidana merupakan bagian dari hukum publik. Hukum pidana terbagi menjadi dua bagian, yaitu hukum pidana materiil dan hukum pidana formil. Hukum pidana materiil mengatur tentang penentuan tindak pidana, pelaku tindak pidana, dan pidana (sanksi). Di Indonesia, pengaturan hukum pidana materiil diatur dalam kitab undang-undang hukum pidana (KUHP). Hukum pidana formil mengatur tentang pelaksanaan hukum pidana materiil. Di Indonesia, pengaturan hukum pidana formil telah disahkan dengan UU nomor 8 tahun 1981 tentang hukum acara pidana (KUHAP).
Hukum Islam di Indonesia
Hukum Islam di Indonesia belum bisa ditegakkan secara menyeluruh, karena belum adanya dukungan yang penuh dari segenap lapisan masyarakat secara demokratis baik melalui pemilu atau referendum maupun amandemen terhadap UUD 1945 secara tegas dan konsisten. Aceh merupakan satu-satunya provinsi yang banyak menerapkan hukum Islam melalui Pengadilan Agama, sesuai pasal 15 ayat 2 Undang-Undang RI No. 4 Tahun 2004 Tentang Kekuasaan Kehakiman yaitu : Peradilan Syariah Islam di Provinsi Nanggroe Aceh Darrussalam merupakan pengadilan khusus dalam lingkungan peradilan agama sepanjang kewenangannya menyangkut kewenangan peradilan agama, dan merupakan pengadilan khusus dalam lingkungan peradilan umum sepanjang kewenangannya menyangkut kewenangan peradilan umum.
Kesimpulan: hukum,Negara dan pemerintahan tidak akan bisa di pisahkan,karna ketiganya memiliki suatu keterkaitan,karna di dalam Negara pemerintahan pasti mempunyai hukum,baik di Indonesia maupun Negara lain,walaupun seperti itu tiap-tiap Negara masih menganut hukum agama.yang mengacu pada hukum Negara.



Referensi:
http://www.google.co.id/